Update Harga Pangan Sulbar 14 Januari 2026: Ikan dan Tomat Naik Tajam

MAMUJU – Memasuki pertengahan Januari, dinamika harga kebutuhan pokok di Sulawesi Barat menunjukkan tren yang kontras antar wilayah. Berdasarkan data terbaru per 14 Januari 2026, sejumlah komoditas perikanan dan hortikultura mengalami lonjakan signifikan, sementara harga bumbu dapur di beberapa kabupaten mulai melandai.

Kenaikan paling mencolok terpantau di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Harga Ikan Teri meroket hingga 20% menjadi Rp120.000/kg, disusul Ikan Bandeng yang naik 16,67% ke angka Rp35.000/kg. Sementara itu, di Ibu Kota Provinsi, Mamuju, komoditas Tomat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 25% (Rp10.000/kg).

Kondisi berbeda terlihat di Kabupaten Majene dan Pasangkayu, di mana harga Cabai Merah Keriting dan Cabai Merah Besar justru mengalami tren penurunan (deflasi) hingga 15-16% dibandingkan pekan lalu. Penurunan ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM kuliner yang sangat bergantung pada pasokan cabai.

Berdasarkan hasil pantauan tim E-Laku, kenaikan harga komoditas laut disinyalir akibat pengaruh cuaca di perairan Sulawesi yang membuat beberapa nelayan tidak turun melaut. Di sisi lain, stabilnya harga Beras Medium dan Premium di kisaran Rp13.000 – Rp14.900/kg memberikan bantalan ekonomi bagi daya beli masyarakat secara umum.

Berdasarkan analisis data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) pada 14 Januari 2026, berikut adalah rincian 5 komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga paling signifikan di wilayah Sulawesi Barat, beserta grafis perbandingannya antar kabupaten.

Dinamika Harga Pangan Sulbar 14 Januari 2026

1. Lima Komoditas dengan Kenaikan Tertinggi

Beberapa komoditas mengalami lonjakan harga yang cukup menekan, terutama pada sektor perikanan dan sayuran buah:

  • Tomat: Mengalami kenaikan paling agresif, terutama di Majene (+37,5%) dan Mamuju (+25%).
  • Ikan Teri: Naik tajam di Polewali Mandar sebesar 20%, mencapai harga Rp120.000/kg.
  • Ikan Bandeng: Meningkat 16,67% di wilayah Polman menjadi Rp35.000/kg.
  • Ikan Tongkol: Mengalami kenaikan harga di Mamuju (+20%) dan Polman (+5,26%).
  • Bawang Putih Honan: Tercatat naik tipis di Mamasa sebesar 4,35%.

2. Lima Komoditas dengan Penurunan Tertinggi

Kabar baik bagi konsumen, kelompok bumbu dapur (cabai dan bawang) justru mengalami tren penurunan harga yang signifikan:

  • Pisang Lokal: Penurunan harga paling drastis terjadi di Majene, merosot hingga 50% menjadi Rp5.000/kg.
  • Cabai Merah Keriting: Mengalami deflasi di Mamuju (-16,67%), Majene (-15,38%), dan Pasangkayu (-7,14%).
  • Cabai Merah Besar: Turun merata di Polman (-16,67%), Pasangkayu (-16,67%), Majene (-10,71%), dan Mamuju (-10%).
  • Bawang Merah: Pasokan yang melimpah membuat harga melandai di Majene (-10%), Mamuju (-10%), dan Polman (-8,28%).
  • Cabai Rawit Merah: Mengalami penurunan di Mamuju (-11,76%) dan Polman (-10%).

Sumber data:

  • Data SP2KP Kementerian Perdagangan RI (14 Januari 2026)

Tinggalkan Balasan