Alamat
Lembang, Banggae Timur, Kab. Majene, Sulawesi Barat 19413
Kontak
WA: 081244354328
Email: ini.elaku@gmail.com
Alamat
Lembang, Banggae Timur, Kab. Majene, Sulawesi Barat 19413
Kontak
WA: 081244354328
Email: ini.elaku@gmail.com

MAMUJU – Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Koperindag Sulbar) bergerak cepat mengawal industri lokal. Koperindag Sulbar memfasilitasi kunjungan pelaku usaha Rumah Potong Unggas (RPU) tersertifikasi halal ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar, Kamis (21/5) siang.
Langkah nyata ini diambil untuk memperkuat ekosistem rantai pasok pangan halal di wilayah Sulbar. Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Koperindag Sulbar, Masriadi Nadi Atjo.
Turut mendampingi dua pejabat fungsional penyuluh perindag, serta Ketua Malaqbi Halal Center, Najamuddin selaku mitra Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah. Dari pihak pelaku usaha, hadir Wahyuni (pemilik RPU Wahyuni Mamasa) dan Amiruddin (pemilik RPU Dokter Cinta Broiler Mamuju).
Rombongan diterima langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Sulbar, Erdi Fiat Gumilang. Pertemuan di Mamuju ini menjadi ruang diskusi produktif untuk memetakan kebutuhan mendasar pelaku industri RPU.
Dalam kesempatan itu, Masriadi blak-blakan meminta dukungan konkret BI untuk pengembangan kapasitas RPU halal. Ia mengungkapkan mayoritas RPU di Sulbar masih terkendala ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dari BI agar pelaku RPU halal kita bisa memiliki IPAL yang standar demi menjaga mutu produk,” ujar Masriadi.
Masriadi menegaskan peran RPU halal sangat krusial dalam menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat di daerah. RPU halal menjadi kunci utama kelancaran suplai daging ayam yang aman, sehat, dan halal.
“RPU memiliki posisi vital dalam mendukung kesuksesan program MBG melalui pasokan daging ayam halal yang berkelanjutan,” tegas Masriadi.
Tantangan lain dibongkar oleh Penyuluh Perindag Dinas Koperindag Sulbar, Muh Aswad. Menurut pantauan teknis di lapangan, masalah utama yang dihadapi adalah kelangkaan tenaga penyelia halal di internal usaha.
“Kendala terbesar yang kami temukan di lapangan adalah belum adanya penyelia halal internal yang terlatih pada RPU,” kata Aswad.
Merespons hal itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulbar, Erdi Fiat Gumilang menyambut baik dan melihatnya sebagai peluang ekonomi baru. Pemenuhan tenaga kerja terampil ini dapat menjadi stimulus positif bagi penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kebutuhan penyelia halal ini bisa mendorong penambahan tenaga kerja baru yang berdampak baik bagi penguatan ekonomi daerah,” jelas Erdi.
Erdi pun memberikan saran taktis agar pemilik usaha mulai mengalokasikan sumber daya untuk merekrut tenaga penyelia secara mandiri. Langkah ini dinilai mempercepat kemandirian industri pangan lokal.
Di sisi operasional, pemilik RPU Dokter Cinta Broiler, Amiruddin, mengutarakan kebutuhan mendesak yang saat ini dihadapi. Mereka sangat membutuhkan fasilitas penyimpanan beku demi menjaga kualitas daging ayam sebelum didistribusikan.
“Kebutuhan mendesak kami saat ini adalah bantuan fasilitas cold storage untuk penyimpanan stok,” ungkap Amiruddin.
Fasilitas rantai dingin ini mendesak untuk memenuhi lonjakan permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam volume besar. Hal ini dibenarkan oleh pemilik RPU Wahyuni, Wahyuni, yang merasa sangat terbantu jika ada cold storage.
“Apa yang disampaikan Amiruddin benar, dengan cold storage akan memungkinkan kami produksi lebih awal dan menyimpannya. Jadi tidak buru-buru lagi kalau tiba-tiba ada yang minta banyak,” pungkas Wahyuni.
Menutup pertemuan, pihak BI Sulbar berjanji akan menindaklanjuti kunjungan ini dengan mendatangi langsung pelaku usaha untuk melihat kondisi riil di lapangan.