Entaskan Kemiskinan Ekstrim, Koperindag Sulbar Kucurkan Rp 5,3 M ke Sektor Ini

MAMUJU – Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Koperindag Sulbar) mengucurkan bantuan senilai Rp 5,38 miliar untuk masyarakat. Langkah ini dilakukan guna mendongkrak perekonomian warga sekaligus mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Strategi tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Program Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Terpadu (PASTIPADU) di Ballroom Andi Depu Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Selasa (2/6/2026). Intervensi bantuan tidak langsung ini dirancang khusus untuk mendukung program prioritas di Sulbar.

Pemaparan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Koperindag Sulbar, Masriadi Nadi Atjo, dengan didampingi jajaran pimpinan bidang teknis dan pejabat fungsional perencana. Masriadi menegaskan seluruh program intervensi bantuan modal dan alat kerja diarahkan langsung ke desa yang masuk lokus PASTIPADU.

“Kami memastikan seluruh anggaran ini dikonversi menjadi instrumen produktif yang menyasar langsung kelompok usaha miskin di tingkat desa,” kata Masriadi.

Anggaran sebesar Rp 5,3 miliar tersebut didistribusikan melalui tiga program intervensi utama. Mulai dari pemberdayaan usaha kecil, bantuan sarana perdagangan, hingga pemberdayaan industri kecil menengah.

Pada sektor pemberdayaan usaha kecil, dinas menyalurkan 100 paket bantuan usaha UMKM yang menyasar kelompok usaha miskin di desa lokus PASTIPADU. Selain itu, ada alokasi bantuan usaha fotografi sebanyak 3 paket yang difokuskan untuk kelompok usaha di Desa Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah.

Sektor logistik perdagangan warga juga menjadi prioritas intervensi. Kepala Bidang Perdagangan Koperindag Sulbar, Sri Andrinani menyatakan pihaknya mendistribusikan bantuan berupa kendaraan roda dua, roda tiga, pick up, hingga tenda jualan melalui program sarana perdagangan.

“Fasilitas bantuan saran perdagangan seperti motor dan mobil pick up dikucurkan guna memperluas jangkauan pasar bagi produk lokal,” ujar Sri Andriani.

Sementara itu, untuk sektor pemberdayaan industri kecil menengah, dinas membagikan 7 paket bantuan peralatan pertukangan serta mesin jahit untuk kelompok usaha miskin.

Kepala Bidang Perindustrian Koperindag Sulbar, Muhammad Alif Akbar Rasyid menyebut bantuan alat produksi tersebut difokuskan pada klaster desa lokus di Kabupaten Polewali Mandar. Wilayahnya meliputi Desa Laliko, Bala, dan Katumbangan.

Sinergi program lintas bidang ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi bawah sekaligus mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera. Melalui monitoring berkala yang ketat, jajaran dinas optimistis intervensi ini mampu meningkatkan pendapatan rakyat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan